Selamat Datang di Website Kecamatan Sungai Puar
Minggu, 22 Oktober 2017 - 1 Safar 1439 H

Syafrizal.S.Sos

Camat Sungai Puar

Kata Sambutan  Profil

Alamat Kontak :

Jorong Pandam Nagari Sariak

(0752) 691318

kec_sungaipua@agamkab.go.id

30 Mei 2016

  • -

    Sosialisasi Permendagri No 83 Tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa

Agenda Lainnya

Berita > Detil

Sabtu, 03 Desember 2016 - 11:04 WIB

Mari Menjadi Agen Perubahan ( Agent Of Change ) dan Berpikir secara "Out Of The Box"

 

Bupati Agam Bapak Indra Catri Dt Malako nan putiah di dampingi oleh Camat sungaipua Bapak Handria Asmi.S.STP.M.Sc, meninjau petani Sungaipua  yang sedang melakukan panen daun bawang pada hari jum'at ( 2/ 12 ) ,

Total lahan yang di tanami Daun Bawang di kecamatan sungaipua lebih kurang 200 hektare di samping komuditi sayuran yang lain. dalam satu hektare lahan daun bawang dapat menghasikan 12 - 16 ton. Sebagaimana kita ketahui bersama pemasaran daun bawang ini tidak hanya untuk memenuhi pasaran lokal juga merambah ke daerah luar seperti Wilayah Pulau Jawa, Batam dan riau. permintaan dari daerah luar sumatera barat berkisar  100 ton per minggu, hal ini di sampaikan oleh  salah seorang  petani daun bawang bapak eri rajo indo yang merupakan anak nagari sungaipua. di dalam kesempatan ini Bupati mengapresiasi para petani karena berkat kegigihan dan inovasi  yang di lakukan, sekarang daun bawang sungai pua pemasarannya sudah menyebar sampai ke luar daerah Sumatera barat. Saat ini yang perlu kita jaga adalah Kualitas daun bawang dan kemasannya ( packing), jika perlu di kotak packing itu di tulis merk daun Bawang  Sungaipua kata beliau. Selain itu Bupati juga menghimbau Petani agar terjaganya komuditi sayuran lain khususnya di kecamatan sungaipua di harapkan selain menanam daun bawang masyrakat juga terus menanam komuditi sayuran yang lain seperti Tomat, cabe, wartel dan sebagainya.

Di waktu yang sama Bupati Agam juga meninjau Kebun Jeruk yang ada di Kecamatan Kamang Magek. saat ini di kecamatan kamang magek jumlah kebun jeruk yang ada sebanyak 80 hektare, 50 hektare sudah produksi dan 30 hektare masih dalam tahap pemupukan, dan baru - baru ini lokasi kebun jeruk telah menjadi tempat study banding daerah luar di antaranya Badan Diklat pertanian dan perternakan provinsi Riau, demikian yang di sampaikan oleh kepala UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek Bapak Fachrizal.S.Sos, salah satu petani  jeruk yang ada di kecamatan ini adalah bapak Eri beliau seorang mantan wali jorong pintu koto, jumlah tanaman jeruk di lahan beliau sebanyak 110 batang yang di tanam beberapa tahun yang lalu dengan 110 batang dengan hasil panen rata - rata sekali panen sebanyak 3 Ton, satu batang pohon jeruk pertahunnya mampu menghasilkan rata - rata 70 kg, dengan hasil panen ini sudah dapat membiayai kebutuhan sehari - hari dan dapat membantu kebutuhan biaya pendidikan anak - anak. terima kasih yang tak terhingga di sampaikan kepada Bupati Agam dan jajaran nya serta penyuluh pertanian atas inovasi dan program  agam menyamai yang telah mampu mengangkat perekonomian masyarakat. kalau dulu awak mananam kini saatnyo manikmati terang mantan wali jorong ini.

     

Salah satu tanaman sayuran yang menjadi primadona baru di kecamatan kamang magek adalah Bawang merah, Prospek bawang merah ini sangat menjanjikan. saat ini total lahan bawang merah yang ada sekitar 10 hektare dengan hasil panen per hektare rata - rata 14 ton dan harga perkilo saat ini di pasaran berkisar antara Rp.28.000 s/d Rp 30.000. Ketika Bupati Agam Meninjau perkembangan dan pengelolaan pasca panen petani Bawang merah di Kecamatan Kamang Magek,  beliau meapresiasi cara masyarakat dalam pengelolaan bawang merah pasca panen. satu hal yang beliau tekankan kepada petani agar terus  menjaga kualitas bawang merah karena yang membedakan bawang kita dengan bawang dari daerah luar adalah aroma dari bawang itu sendiri, aroma dari bawang merah daerah kita lebih tengik / lebih tajam dari daerah luar.  Satu saat bukan kita yang berlajar keluar tetapi orang luar yang harus belajar kepada kita, untuk itu teruslah berinovasi untuk meningkatkan kualitas hasil panen, mari kita terapkan prinsip nan di laman untuak dimakan, nan di ladang bawo ka pakan.

 

Untuk mewujudkan Kabupaten Agam yang lebih maju dan mandiri di setiap sektor di butuhkan Agen - agen Perubahan ( Agent Of Change ) yang mampu meterjemahkan visi dan misi kabupaten agam kedalam kerja nyata dan mampu berpikir secara " out of the box", demikian di sampaikan oleh Bupati agam. 

Agen perubahan ini tidak hanya dari kalangan birokrat ( pegawai pemerintah ) saja namun juga dari unsur  lain sebagaimana yang telah di lakukan oleh petani daun bawang sungai pua, petani jeruk dan bawang merah di kecamatan kamang magek. Jika hal ini telah lakukan secara bersama - sama kabupaten agam akan menjadi sorotan dan tempat belajar tidak  hanya dari daerah di sumatera barat namun juga dari luar sumatera barat, untuk itu teruslah bekerja, berusaha, berinovasi dan mencari peluang untuk kemajuan kabupaten agam di masa yang akan datang,

 

 

 

 

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: